Custom Search
Showing posts with label Mikrokontroler dan Robotika. Show all posts
Showing posts with label Mikrokontroler dan Robotika. Show all posts

Monday, December 11, 2006

MIKROKONTROLER DAN ROBOTIKA

MIKROKONTROLER DAN ROBOTIKA.

Oleh : Moh.Ibnu Malik,ST

Mikrokontroler dan Robotika adalah dua ilmu yang saling berhubungan. Pada saat ini telah terdapat banyak jenis mikrokontroler yang dapat dipelajari sendiri dan dibuat untuk mengontrol peralatan buatan kita sendiri. Kini, selain semakin kecil, cara memprogram, maupun rangkaian programmer bagi mikrokontroler juga semakin mudah. Hanya dengan beberapa resistor,kapasitor saja telah dapat dibuat sebuah programmer mikrokontroler. Bandingkan dengan mikrokontroler lama yang harus diprogram menggunakan Universal Programmer yang harganya jutaan.
Saya sendiri masih ingat ketika pertama kali mempelajari mikrokontroler. Saat itu saya menggunakan mikrokontroler buatan Intel yaitu 8031. Didalamnya tidak ada ROM sehingga harus menambahkan EPROM. Selain itu karena port-portnya telah banyak 'dimakan' untuk menghubungi EPROM, maka perlu ditambahkan sebuah PPI 8255 sebagai tambahan port paralel.
Untuk membuat mikrokontroler 8031 tersebut bekerja, maka kita harus memprogram EPROM tersebut dan jikalau ada kesalahan, harus menghapusnya menggunakan sinar Ultra Violet. Wah betapa repotnya. Ya...karena biasanya tidak bisa program kita berjalan dengan baik hanya sekali buat saja.
Beruntunglah bagi kita saat ini, karena telah banyak mikrokontroler yang sangat mudah untuk diprogram. Programmer yang sederhana, Flash memori sehingga cukup dihapus menggunakan sinyal listrik saja, tidak perlu UV lagi.
VISI DAN MISI
Saya memiliki visi dan misi untuk memperkenalkan teknologi mikrokontroler ini kepada adik-adik kita. Dengan harapan bahwa teknologi ini akan meningkatkan kemampuan adik-adik kita untuk dapat berkreasi dan membuat karya yang dapat berguna maupun untuk dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Selain untuk tingkat mahasiswa, saya juga ingin memperkenalkan teknologi ini ( mikrokontroler dan robotika ) ke level yang lebih rendah lagi, yaitu pelajar SMU. Hal ini didorong dengan kurangnya pengetahuan tambahan bagi mereka. Sehingga suatu saat nanti akan banyak bermunculan pelajar-pelajar SMU yang dapat membuat robot ( sederhana ) yang dapat diperlombakan baik antar siswa maupun antar sekolah.